Chat Here

Sunday, May 5, 2013

Prince Of Tennis - Fan Fiction

Epilog :

Miura Rika dan Miura Ryu sampai di bandara Tokyo dan langsung mencari neneknya Ryuzaki.
         "Apakah Obaa-san sudah sampai?" tanyaku kepada saudara kembarku.
        "Entahlah, tapi pasti sudah dong Obaa-san selalu tepat waktu." jawab Ryu sambil mendorong kereta bawaan kami.
Ryu adalah pemain tennis yang berasal dari Amerika, memiliki kemampuan permainan tennis yang diatas rata-rata, sedangkan aku adiknya memiliki kesehatan yang buruk, akan tetapi aku masih bisa bermain tennis.
         "Oh, kalian sudah sampai ya? Maaf tadi ada rapat jadi agak terlambat." kata Ryuzaki tiba-tiba muncul didepan Ryu dan aku.
         "Ah, tidak apa-apa kok Obaa-san. Kami juga baru sampai." kataku sambil memeluk Ryuzaki.
         "Huh, Obaa-san memang selalu begitu, alasan saja." kata Ryu dengan mengacuhkan Ryuzaki.
         "Apa yang kau katakan Ryuu?!" kata Ryuzaki marah sambil menjitak kepala Ryu.
         "Ittai Obaa-san!" kata Ryu sambil memegang kepalanya.
         "Sudah! Ryu-niichan! Oh iya, Sakuno-chan ada dimana Obaa-san?" tanyaku.
        "Oh, dia sedang ada di sekolah sekarang. Jadi tidak bisa ikut menjemput sekarang. Ayo sekarang kita pergi ke Seishun Gakuen, nanti kalian terlambat lagi masuk ke sekolah" jawab Ryuzaki lalu mengandengku dengan lembut.
Mereka pun berangkat ke Seishun Gakuen.
         "Oh iya, Ryu kamu mau ikut klub tennis kan?" tanya Ryuzaki disela-sela perjalanan.
         "Yup, apa lagi yang mau kuikuti selain ikut klub tennis?" jawab Ryu singkat.
         "Um, Obaa-san... Aku juga berniat ikut klub tennis wanita, boleh tidak?" tanyaku.
        "Tidak boleh Rika, badanmu itu lemah. Nanti ada apa-apa bagaimana? Kamu ini baru sembuh kemarin, jadi jangan terlalu memaksakan diri." kata Ryuzaki.
        "Bagaimana menjadi manager klub tennis saja? kalau kamu kenapa-kenapa aku akan membantumu." kata Ryu menyarankan.
          "Ah itu boleh juga. Tapi kalau soal mencuci baju kau juga harus membantu Rika ya?" kata Ryuzaki setuju.
            "Eh?! kok aku sih?" kata Ryu terkejut.
            "Nah, inikan usulanmu, jadi kamu harus menangung resikonya dong." kata Ryuzaki.
            "Ugh, baiklah..." kata Ryu sedikit berat dengan usulannya tadi.
            "Ah! Terima kasih Ryu-niichan~" kataku sambil memeluk Ryu dari belakang.
            "Ugh! Rika aku- tidak-bisa berna-pas...." kata Ryu terbata-bata.
            "Ups, maaf Ryu-niichan~" kataku sambil melepaskan tanganku darinya.

~to be continued~

              

0 comments:

Post a Comment