Chat Here

Tuesday, May 14, 2013

Prince of Tennis - Echizen Ryoma ( One Shot )

Kamu lulus dari sekolah SMA Seishun bersama Momo dan Kaidoh.
    "Wah, akhirnya kami sudah lulus ya Ryoma-kun~" katamu.
    "Ugh, aku masih belum (namamu)-san, aku baru naik ke kelas 3." kata Ryoma sambil memandang kesal ke arahmu.
    "Ahahahaha...mada mada dane, Echizen..." tawa Momo sambil menepuk kepala Ryoma.
    "Fsshh.... Urusai baka.... Kita juga masih jauh perjalanannya..." kata Kaidoh.
    "Hah... dasar kau mamushi.... Ok, kami pergi dulu ya! Jaa na Echizen dan (namamu)-chan!" kata Momo sambil mendorong Kaidoh pergi.
    "Hahahaha.... Seperti biasa ya mereka berdua selalu bersemangat..." katamu sambil memandang kepergian Momo dan Kaidoh.
    "Hn, mereka itu memang aneh kok..." kata Ryoma singkat.
    "Oh ya, bagaimana kalau minggu ini kita pergi ke Onsen Ryoma-kun?" katamu.
    "Hn.... Boleh juga... Aku juga mau mencoba ke Onsen alami..." kata Ryoma menyetujui.
    "Ok, kita ketemuan di depan stasiun Tokyo ya...." kataku singkat.
    "Ryokai....." kata Ryoma lalu kalian pulang ke rumah masing-masing.

Sudut Pandangmu :
Aku akan pergi ke Onsen bersama Ryoma-kun! Hanya berdua.... Well... dulu saat di SMP juga pergi, tapi itu karena merayakan kemenangan Seigaku di tingkat Nasional.
      "Baiklah... Persiapan sudah selesai tinggal menunggu besok saja...." katamu lalu pergi tidur.

Sudut Pandang Ryoma :
Ke Onsen bersama (namamu)-san.... Sepertinya akan menyenangkan.
      "Oi, Ryoma! Ayo kita tanding tennis sekarang...." kata Nanjiro mengajakku.
      "Oyaji.... Tidak... Aku pass untuk sekarang, mau bersiap-siap untuk besok." kataku singkat tanpa memandang ke arah ayahku.
      "Heeh... Mau kencan ya besok? " kata Nanjiro menjahiliku.
      "T-tidak kok.... Sudah! Jangan mengganguku! " kataku malu.
      "Oiiii.... Nanakoo~ Si Ochibi mau kencan loh~ " teriak Nanjiro ke sepupuku.
      "He-hentikaaan!!!!!" teriakku.
      "Hehe... Kalau begitu selamat jalan..." kata Nanjiro.
      "Ugh..."

Sudut Pandangmu :
Akhirnya tiba saatnya perjalanan ke Onsen bersama Ryoma. Kamu sangat tak sabar untuk segera mencapai Onsen. Kamu tiba di stasiun Tokyo dan Ryoma sudah sampai.
     "Ah, maafkan aku... aku terlambat yaa?" tanyamu.
     "Fuaaah.... hn, tidak kok, aku juga baru sampai. Sudah ayo kita pergi." kata Ryoma lalu masuk ke kereta.
Akhirnya kalian pun tiba di Onsen yang dekat dengan Tokyo.
     "Wah, aku sudah tidak sabar mau ke Onsennya." katamu singkat sambil tersenyum.
     "Yah, aku juga." kata Ryoma lalu kalian masuk ke dalam penginapan.
     "Maaf, kami mau memesan kamar 2 ya?" katamu kepada pemilik penginapan.
     "Wah, penginapan kami tinggal 1 kamar, apakah Anda mau? Bersama pacar Anda?" tanya pemilik penginapan itu.
     "Eh!? Ti-tinggal 1 kamar saja?" katamu malu lalu melirik ke arah Ryoma yang kini wajahnya berubah menjadi warna merah.
     "Eh- i-itu.. anu..." jawabmu tak mampu berkata-kata karena malu.
     "Baik, kami ambil kamar itu. Tolong ya." kata Ryoma tiba-tiba menyetujui saran dari pemilik penginapan itu.
     "Kalau begitu sebelah sini." kata pemilik itu memberi arah ke kamar.
Kamu terkejut dengan apa yang kau dengar dari mulut Ryoma. Kamu akan 1 kamar dengan Ryoma!? Malam ini kamu pasti tidak akan bisa tidur pikirmu.

Sudut Pandang Ryoma :
Aku terkejut dengan apa yang kukatakan sendiri. Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Ah, bodohnya aku. Aku harap aku tidak akan melakukan hal-hal aneh hari ini.
       "Silakan masuk." kata pemilik penginapan itu tiba-tiba memecahkan lamunanku.
       "Ah, terima kasih." jawabku singkat.
Setelah malakukan perjalanan yang cukup jauh menurutku, membuatku mau cepat-cepat pergi ke Onsen untuk berendam.
       "Um... Aku akan pergi ke Onsen untuk berendam, jadi sampai jumpa." kata (namamu) tiba-tiba.
       "Ah, ok... Nanti aku juga ingin ke Onsen sebentar lagi." kataku. Lalu (namamu) pun pergi ke arah Onsen.
       "Haaah... Jalan-jalan ini tidak baik untuk jantungku." kataku singkat.

POV mu :
Hahhh.. kamu tidak bisa menenangkan hatimu yang berdegup dengan kencang. Semoga dengan berendam kamu bisa melupakan degupan ini. Kamu pun sampai di Onsen.  Kamu dan Ryoma sampai di sana sudah sore jadi tidak mengherankan bahwa sudah malam saat ini. Kamu melihat ke arah langit malam, lalu tiba-tiba melihat ada area yang cukup luas kamu pun penasaran seberapa besar Onsen yang ada di sini. Lalu kamu tak sengaja menabrak seseorang dan ternyata itu adalah Ryoma.
         "KYAAAAAA!!!!!" teriakmu.
         "E-eh?! (namamu)-san! Kenapa kamu ada di sini?" kata Ryoma terkejut sambil menutupi wajah merahnya.
         "I-ini... jangan-jangan Onsen yang out door ya?" katamu sambil menutupi badanmu dengan handuk.
         "Ma-maaf!!! Aku akan pergi!" katamu lalu berlari pergi akan tetapi kamu terpeleset dan untung Ryoma dengan refleks menangkapmu agar tidak terbentur batu.
         "Hati-hati dengan langkahmu (namamu)-san" kata Ryoma dekat dengan telingamu.
         "I-iya... maafkan aku.... Terima kasih..." katamu malu lalu pergi meninggalkan Ryoma.
Bodohnya akuuu!!!! Hampir saja aku terjatuh, untung ada Ryoma-kun! Bagaimana ya nanti, aku tidak tahu harus melakukan apa begitu bertemu dengan Ryoma nanti! pikirmu dalam hati. Begitu kamu keluar dari Onsen kamu memakai yukatamu dan langsung ke kamar. Di kamar Ryoma sudah ada dan duduk dengan memakai yukata yang sama denganmu. Jantungmu pun berdegup dengan kencang, sebab Ryoma tampak lebih dewasa akhir-akhir ini. Yah, bukannya kamu tidak menyadarinya selama di SMA. Kamu pun duduk di seberangnya dan duduk diam.
         "Kau tidak apa-apa (namamu)-san?" kata Ryoma tiba-tiba memecah keheningan.
         "Uun... aku tidak apa-apa kok... Jangan khawatir." katamu singkat sambil memandang ke arah lain.
         "Lalu kenapa kamu tidak mau melihat ke arahku?" tanya Ryoma sembari mendekat ke arahmu.
         "A-aku... ti-dak...." katamu terbata-bata lalu Ryoma mengangkat dagumu agar menatapnya. Ada apa dengan Ryoma malam ini? Apakah dia mabuk? pikirmu.
         "(namamu)-san.... Aku menyukaimu.... Dari sejak kita bertemu di SMP dulu.... Kau juga menyukaiku kan (namamu)-san?" tanya Ryoma sambil memberikan tatapan memelas.
         "A-aku.... I-iya... Aku me-menyukaimu Ryoma-kun." katamu lalu Ryoma mendekat ke arahmu dan menciummu.
        "Jadilah pacarku (namamu)-san." kata Ryoma singkat, lalu kamu mengangguk.
        "Bagus." kata Ryoma sambil tersenyum. Setidaknya ia mendapatkan jawaban yang ia inginkan.





~END~
Maaf kalau tidak nyambung, soalnya sudah tidak ada ide.... _(--)_


0 comments:

Post a Comment