Ah.....
Mulai besok liburan musin panas deh.... Untung aku sudah membeli kaset Katekyo Hitman Reborn sebelum liburan dengan uang kerja sambilanku. Dari dulu aku menonton dengan temanku di rumahnya. Sampai-sampai dimarahi oleh Ibu panti asuhan. Saat pertama kali menonton aku langsung jatuh cinta dengan karakternya. Terutama karakter Hibari Kyoyanya. Aku sempat berpikir coba saja aku bisa masuk ke dunia KHR, tapi tidak mungkinlah.
Ah! Hari sudah semakin sore! Nanti dimarahi Ibu panti deh ini gara-gara aku berpikir yang tidak-tidak sih. Lalu aku cepat-cepat berlari tapi terhenti karena di depan ada satu benda aneh tergeletak dan menghalangi jalan. Sepertinya aku pernah melihat benda ini pikirku. Ah! inikan seperti bazooka millik Lambo! pikirku. Lalu aku mendekatinya dengan hati-hati. Aku lalu penasaran lalu memegangnya dan tiba-tiba keluar asap berwarna pink. Aku seperti melewati tunel berwarna pink ke unguan dan tiba-tiba terjatuh di sebuah tempat
" KYAAAA!!!" teriakku.
" U-UWAAA!" teriak sekelompok orang. Aku melihat ke sekeliling tempat itu. I-ini apa? Ilusi? Ke-kenapa aku melihat ada Sawada Tsunayoshi, Yamamoto Takeshi, Gokudera Hayato dan Reborn di sini? A-aku pasti sudah kecapekan pikirku.
" Si-siapa kamu?" tanya Tsuna takut-takut.
" Ahahaha.... Sulap yang keren sekali!" tawa Yamamoto.
" Ini bukan sulap tahu yakyu baka!" teriak Gokudera marah.
" Siapa kamu?" tanya Reborn sambil mengarahkan pistol kearahku.
" A-aku ti-tidak bermaksud apa-apa! Aku juga tidak tahu kenapa aku ada di sini!" teriakku takut.
" R-reborn! Jangan mengarahkan pistol kearah anak perempuan dong!" teriak Tsuna.
" Urusai Dame Tsuna!" kata Reborn sambil memukul kepala Tsuna. "ITTAI!" rintihnya."Jadi tolong jelaskan kenapa kamu ada di sini." kata Reborn kearahku. Lalu aku pun menjelaskan semuanya kepada mereka tanpa memberitahu kalau sebenarnya aku adalah Fans KHR.
" Heeh..... Omoshiroi naa!" tawa Yamamoto.
" J-jadi kamu juga tidak tahu kenapa kamu ada di sini?" tanya Tsuna.
" Un.... A-aku juga tidak tahu." kataku singkat sambil menyembunyikan wajahku dengan tas.
" Hn, kalau begitu kamu mulai saat ini akan tinggal di sini ya!" kata Reborn singkat sambil menyeringai.
" E-ehhh?! Tapi di sini sudah ada Lambo, I-pin, Fuuta dan Bianchi...." kata Tsuna terkejut.
" Jadi kamu mau menelantarkan seorang gadis di luar dan kedinginan?" tanya Reborn singkat.
" I-itu... Baiklah.... Oh ya, namamu siapa?" tanya Tsuna kepadaku.
" Namaku Fuji Aira! Y-yoroshiku onegaishimasu...." kataku.
" Ah, aku Sawada Tsunayoshi, panggil saja Tsuna" kata Tsuna memperkenalkan diri.
" Namaku Gokudera Hayato, orang kepercayaan Jyuudaime!" kata Gokudera.
" Namaku Yamamoto Takeshi! Yoroshiku na!" kata Yamamoto sambil tersenyum lebar.
" Namaku Reborn." kata Reborn singkat. Lalu malam pun tiba. Aku mulai merasa nyaman di rumah Tsuna karena rumahnya itu selalu remai dengan suara Lambo dan I-pin. aku jadi merasa ini seperti di duniaku saja pikirku.
"Ahahahahha! Perkenalkan Namaku adalah Lambo! Panggil aku Lambo-sama!" kata Lambo memperkenalkan diri kepadaku.
" Lambo! Tidak boleh berkata tidak sopan kepada orang yang lebih tua! Nihao Namaku I-pin!" sapa I-pin.
" U-um... H-halo, namaku Fuji Aira.... L-lambo-sama? dan I-pin...." kataku sambil tersenyum. Lalu Reborn melempar Lambo dengan Leon yang berubah bentuk menjadi bola.
" Ugh.... tetap....te-nang... HWAAAAA!" Setelah itu Lambo megeluarkan bom dari kepalanya dan melemparkannya ke arah Reborn akan tetapi Reborn berhasil mengelak dan mengarah kepadaku.
" Uwaaaaa!!!! Awas Fuji-saaan!!!!" teriak Tsuna kearahku. Dengan satu gerakan reflek aku berhasil mengelak dan bom itu meledak di luar.
" Wah! Reflekmu bagus juga Fuji-san!" kata Tsuna kagum.
" Um... Dari dulu aku sudah terbiasa kok..." kataku malu dengan pujian Tsuna.
" Hn.... Kalau begitu kamu besok akan masuk ke sekolah Namimori." kata Reborn singkat.
" N-namimori?! Ti-tidak usah repot-repot!" kataku terkejut dengan pernyataan Reborn.
" Yosh, sudah diputuskan!" kata Reborn tiba-tiba dan ia langsung tertidur sebelum aku sempat menolaknya lagi.
" Sudahlah, Fuji-san... Tidak ada gunanya membantah Reborn setelah dia memutuskan sesuatu." kata Tsuna. " Kalau begitu ayo kita tidur.... Oyasumi Fuji-san" kata Tsuna.
" U-un... Oyasumi Tsuna-san... Oh ya, panggil Aira saja..." kataku sambil tersenyum.
" Ah, iya.... Oyasumi..." kata Tsuna lalu pergi.
~Bersambung~
" R-reborn! Jangan mengarahkan pistol kearah anak perempuan dong!" teriak Tsuna.
" Urusai Dame Tsuna!" kata Reborn sambil memukul kepala Tsuna. "ITTAI!" rintihnya."Jadi tolong jelaskan kenapa kamu ada di sini." kata Reborn kearahku. Lalu aku pun menjelaskan semuanya kepada mereka tanpa memberitahu kalau sebenarnya aku adalah Fans KHR.
" Heeh..... Omoshiroi naa!" tawa Yamamoto.
" J-jadi kamu juga tidak tahu kenapa kamu ada di sini?" tanya Tsuna.
" Un.... A-aku juga tidak tahu." kataku singkat sambil menyembunyikan wajahku dengan tas.
" Hn, kalau begitu kamu mulai saat ini akan tinggal di sini ya!" kata Reborn singkat sambil menyeringai.
" E-ehhh?! Tapi di sini sudah ada Lambo, I-pin, Fuuta dan Bianchi...." kata Tsuna terkejut.
" Jadi kamu mau menelantarkan seorang gadis di luar dan kedinginan?" tanya Reborn singkat.
" I-itu... Baiklah.... Oh ya, namamu siapa?" tanya Tsuna kepadaku.
" Namaku Fuji Aira! Y-yoroshiku onegaishimasu...." kataku.
" Ah, aku Sawada Tsunayoshi, panggil saja Tsuna" kata Tsuna memperkenalkan diri.
" Namaku Gokudera Hayato, orang kepercayaan Jyuudaime!" kata Gokudera.
" Namaku Yamamoto Takeshi! Yoroshiku na!" kata Yamamoto sambil tersenyum lebar.
" Namaku Reborn." kata Reborn singkat. Lalu malam pun tiba. Aku mulai merasa nyaman di rumah Tsuna karena rumahnya itu selalu remai dengan suara Lambo dan I-pin. aku jadi merasa ini seperti di duniaku saja pikirku.
"Ahahahahha! Perkenalkan Namaku adalah Lambo! Panggil aku Lambo-sama!" kata Lambo memperkenalkan diri kepadaku.
" Lambo! Tidak boleh berkata tidak sopan kepada orang yang lebih tua! Nihao Namaku I-pin!" sapa I-pin.
" U-um... H-halo, namaku Fuji Aira.... L-lambo-sama? dan I-pin...." kataku sambil tersenyum. Lalu Reborn melempar Lambo dengan Leon yang berubah bentuk menjadi bola.
" Ugh.... tetap....te-nang... HWAAAAA!" Setelah itu Lambo megeluarkan bom dari kepalanya dan melemparkannya ke arah Reborn akan tetapi Reborn berhasil mengelak dan mengarah kepadaku.
" Uwaaaaa!!!! Awas Fuji-saaan!!!!" teriak Tsuna kearahku. Dengan satu gerakan reflek aku berhasil mengelak dan bom itu meledak di luar.
" Wah! Reflekmu bagus juga Fuji-san!" kata Tsuna kagum.
" Um... Dari dulu aku sudah terbiasa kok..." kataku malu dengan pujian Tsuna.
" Hn.... Kalau begitu kamu besok akan masuk ke sekolah Namimori." kata Reborn singkat.
" N-namimori?! Ti-tidak usah repot-repot!" kataku terkejut dengan pernyataan Reborn.
" Yosh, sudah diputuskan!" kata Reborn tiba-tiba dan ia langsung tertidur sebelum aku sempat menolaknya lagi.
" Sudahlah, Fuji-san... Tidak ada gunanya membantah Reborn setelah dia memutuskan sesuatu." kata Tsuna. " Kalau begitu ayo kita tidur.... Oyasumi Fuji-san" kata Tsuna.
" U-un... Oyasumi Tsuna-san... Oh ya, panggil Aira saja..." kataku sambil tersenyum.
" Ah, iya.... Oyasumi..." kata Tsuna lalu pergi.
~Bersambung~
0 comments:
Post a Comment